Page 131 - KAJIAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI GEOPARK PRODUCT DI KAWASAN GEOPARK BAYAH DOME 2024
P. 131
V. PENUTUP & REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil studi, data memperlihatkan bahwa aritmatik mean potensi
potensi berbagai geoproduk Bayah Dome di Kabuapten Lebak adalah menghasilkan
makna agak tinggi (Skor 5). Hal ini bermakna positif sebagaimana berbagai berbagai
sumberdaya wisata (eco-culture tourism) yang terdapat di kawasan Geopark Bayah
Dome bukan saja unik secara material dan visual, melainkan juga memiliki nilai
keunikan dan fungsi sosial yang cukup tinggi. Dalam hal budaya, potensi lokasi studi
juga bukan saja memiliki nilai etniksitas budaya yang sangat unik dan eksotis,
melainkan juga sangat unik dari wilayah lainnya karena adanya perbedaan tajam dari
segi filosofi, historis dan nilai magis, khususnya berbagai potensi immaterial heritage
yang ada di kawasan Baduy. Hal lainnya yang perlu digaris-bawahi adalah
sesungguhnya masih terdapat puluhan hingga ratusan elemen eco-culture tourism
yang terdapat di kawasan Geopark Bayah Dome Kabupaten Lebak untuk
diidentifikasi, tetapi karena keterbatasan sumberdaya waktu, SDM serta berbagai
aspek lainnya, maka dilakukan penyederhanaan dengan melakukan tourism/
ecotourism assessement yang hanya dijumpai saja selama di lapangan. Dalam konteks
prioritas, maka produk 6 fantastic geopark yang perlu dioptimasikan adalah olahan
pisang/ pisang sale asap, gula aren organik, kriya bambu, tenun baduy, batik lebak
dan seni pertunjukan masyarakat kasepuhan.
Selanjutnya rencana pemanfaatan sumberdaya wisata berupa geoproduk
hendaknya tidaklah menimbulkan dinamika over-supply dalam proses pasok
ekowisata/ pariwisata. Potensi terjadinya dinamika over-supply adalah sangat tinggi
sejalan dengan sedang terjadinya euforia pembangunan pariwisata pada semua
pemangku kepentingan pariwisata. Atas hal ini, maka dalam proses pembangunan
pariwisata atau ekowisata secara umum serta optimasi pengembangan geopark
product di Kawasan Geopark Bayah kiranya perlu diterapkan “azas perlindungan,
azas pencadangan, serta azas penapisan pembangunan dan azas keterwakilan.”
Kemudian rencana pemanfaatan keanekaragaman sumberdaya wisata di kawasan
Geopark Bayah Dome hendaknya tidaklah menimbulkan over-explorasi maupun
over-exploitasi plasma nutfah maupun ekosistem; baik secara parsial muapun secara
imparsial. Perlu disadari bahwa dinamika over-explorasi dan over-exploitasi tidak
saja akan potensial terjadi bersamaan dengan adanya dorongan banyak pihak untuk
menampilkan keunikan dan kelangkaan pasok jasa ekowisata yang akan ditawarkan
melainkan juga akan sangat potensial terjadi pada proses perencanaan pada tingkat
tapak.
V. Penutup & Rekomendasi 114

